Laporan Grup Carousell ungkap dampak iklim dari belanja barang bekas: lebih dari 150.000 ton CO₂e terhindarkan—setara dengan jumlah CO₂ yang diserap oleh 9 juta pohon

Posted by

JAKARTA, 22 April 2025 — Grup Carousell (Carousell Group), grup platform iklan baris dan recommerce multi-kategori terdepan di Asia Tenggara, telah merilis edisi kedua dari Laporan Dampak Ekonomi Sirkular (Circular Economy Impact Report), yang mengungkapkan bahwa para pengguna di seluruh platformnya berpotensi menghindari 153.141 ton emisi karbon pada tahun 2023 dengan memilih barang bekas daripada barang baru. Angka ini setara dengan jumlah CO₂ yang diserap oleh 9 juta pohon setiap tahunnya.

Membangun dari laporan perdana sebelumnya, edisi kedua ini memperluas cakupan kategori dan marketplace untuk memberikan gambaran yang lebih holistik dan mendalam tentang bagaimana pilihan terhadap barang bekas dapat berkontribusi terhadap aksi iklim.

“Barang bekas bukan hanya pilihan yang lebih terjangkau—ini adalah solusi iklim. Edisi kedua ini memberikan pandangan yang lebih mendalam dan menyeluruh tentang bagaimana belanja barang bekas berdampak bagi iklim,” kata Gaurav Bhasin, Chief Sustainability Officer, Grup Carousell. “Dengan memperhalus metodologi kami, kami ingin menyoroti betapa bermaknanya setiap pilihan barang bekas. Rata-rata, barang bekas yang dibeli di Carousell berpotensi mengurangi dampak karbon hingga 60% dibandingkan membeli baru.”

Mengukur bagaimana aksi kecil menciptakan dampak besar

Dikembangkan bersama perusahaan teknologi iklim Eropa, Vaayu, laporan ini menggunakan pendekatan Life Cycle Assessment (LCA) konsekuensial untuk memperkirakan emisi yang dihindari saat konsumen memilih barang bekas dibanding barang baru. Laporan ini mencakup transaksi barang bekas di empat anak perusahaan milik Grup Carousell—Carousell, Laku6, Mudah.my dan REFASH—dengan fokus pada analisis per kategori produk.

Temuan utama mencakup:

  • Rata-rata 14kg CO₂e dihindari per transaksi barang bekas di seluruh Carousell Group—setara dengan produksi 22 botol plastik
  • Kategori dengan dampak terbesar: Furnitur & Perlengkapan Rumah, Komputer & Teknologi, Peralatan Rumah Tangga, Ponsel, dan Peralatan Olahraga
  • Sekitar 3 dari 5 pembelian di Carousell Group berpotensi menggantikan barang baru

Mendukung budaya barang bekas yang terus berkembang

Grup Carousell terus memperluas program recommerce omnichannel-nya untuk mempermudah partisipasi lebih banyak orang dalam ekonomi sirkular. Selain meningkatkan kepercayaan dan kenyamanan melalui inisiatif seperti Certified programme, Sell to Carousell, serta opsi pembayaran dan pengiriman terintegrasi, Grup ini juga terus menyempurnakan upayanya dalam membayangkan ulang iklan baris online untuk dunia yang berpusat pada AI.

Fitur berbasis AI seperti pencarian yang lebih cerdas, rekomendasi personalisasi, dan formulir penjualan yang otomatis terisi menggunakan Large Language Models (LLMs) membuat proses jual beli menjadi lebih cepat dan mudah. Upaya ini dilengkapi dengan edukasi pengguna dan dorongan perilaku untuk membangun kebiasaan yang berkelanjutan. (Lihat Lampiran A untuk rincian lebih lanjut)

Di platform Carousell, pengguna dapat melihat estimasi penghematan karbon langsung di halaman produk—mendorong keputusan yang lebih sadar lingkungan di titik pertimbangan. Kampanye pemasaran memperkuat perilaku ini dengan mengingatkan pengguna bahwa tindakan sehari-hari mereka—seperti menjual ponsel lama atau membeli tas preloved—sudah memberikan dampak nyata.

Platform recommerce ponsel terkemuka di Indonesia, Laku6 dan Maujual, secara rutin menjalankan kampanye bertema dampak sosial dan lingkungan bersama LSM dan organisasi amal untuk mendorong kesadaran konsumen dan aksi komunitas, seperti donasi penanaman lebih dari 300 pohon selama setahun terakhir. Toko fisik Maujual yang baru dibuka di Jakarta juga menampilkan instalasi edukasi keberlanjutan, membantu konsumen memahami bahwa memilih ponsel rekondisi berarti berkontribusi mengurangi jejak karbon.

Dengan sekitar 30 toko di pusat perbelanjaan di Singapura, Hong Kong dan Malaysia, REFASH mendefinisikan ulang konsep thrift dan membawanya ke arus utama. Aktivasi acara Go Green Market melibatkan pengunjung mal dengan tampilan visual mencolok yang menggambarkan volume pakaian yang berhasil diselamatkan dari tempat pembuangan dan diberi kehidupan kedua—siap untuk dicintai kembali oleh pemilik baru.

Melalui kampanye media sosial, Mudah.my —platform iklan baris multi-kategori terkemuka—mendorong perubahan perilaku sederhana, seperti menjual kembali barang preloved dan memilih barang bekas sebagai opsi yang lebih terjangkau dan berkelanjutan.

Upaya-upaya ini mencerminkan komitmen Grup Carousell untuk menjadikan pilihan berkelanjutan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari—mudah diakses, berdampak nyata, dan mudah untuk diulang.

Untuk mengunduh laporan lengkap, kunjungi: https://press.carousell.com/impactreport.

Temukan lebih banyak cara untuk jual beli barang bekas melalui kampanye-kampanye kami di Carousell, Laku6 dan Maujual

Tentang Grup Carousell (Carousell Group)

Grup Carousell adalah platform multi-kategori untuk barang preloved di Asia Tenggara, Hong Kong dan Taiwan dengan misi untuk menjadikan barang preloved sebagai pilihan utama. Didirikan pada bulan Agustus 2012 di Singapura, Grup ini hadir sebagai yang terdepan di tujuh pasar di bawah merek Carousell, Carousell Media Group, Cho Tot, Laku6, LuxLexicon, Mudah.my, OneShift, REFASH dan Revo Financial, yang melayani puluhan juta pengguna aktif tiap bulan. Carousell didukung oleh para investor terkemuka di antaranya Telenor Group, Rakuten Ventures, Naver, STIC Investments, 500 Global dan Peak XV Partners (sebelumnya dikenal sebagai Sequoia Capital India).

Kunjungi situs web ini untuk informasi lebih lanjut.